Rabu, 16 Oktober 2013

Cerpen



 Manusia Berguna
            Namaku Khairy Anwar Yusanto. Aku tinggal di salah satu kota terbesar di pulau Jawa. Ya aku tinggal di kota Surabaya.  Saat ini aku bersekolah di salah satu sekolah kesehatan di Surabaya. Sejak aku duduk di sekolah dasar aku ingin menjadi orang yang berguna bagi Negara tercinta ini, yaitu Indonesia. Saat itu aku berpikir bagaimana cara untuk menjadi orang yang berguna, satu-satunya pikiranku saat itu adalah menjadi salah satu penemu-penemu benda yang akan dikenang oleh manusia. Namun pemikiranku di saat itu masihlah labil. Walau dalam pikiran dan logika yang ada di kepalaku itu sederhana, namun hasilnya pasti kurang memuaskan. Seperti yang kubuat pada saat duduk di sekolah dasar yaitu membuat miniatur kapal selam yang rangkanya terbuat dari kaleng bekas dan penggeraknya kugunakan dynamo tamiyaku dulu. Saat kucoba, aku seperti membuang waktuku dengan hal yang sia-sia. Miniatur yang kubuat hanya bertahan sekitar 5 menit.
Entah apa yang ada dipikiranku. Disaat aku melamun, aku membayangkan bermacam-macam hal yang membuatku semakin gila untuk melakukannya. Bagaimana tidak? disetiap sepulang sekolah aku pasti membuat apa yang ada dipikiranku. Aku juga ditemani oleh pikiran-pikiran yang membuat penasaran. Disaat aku dirumah Ibuku bertanya, ”Ari, akan kamu buat apa pipa-pipa itu?”. (Dirumah aku biasa dipanggil Ari). Dan akupun menjawab, “Entahlah bu, aku ingin mencoba hal sesuatu.” Ibukupun menjawab lagi, “Aneh-aneh aja perbuatanmu itu. Kalau sudah di beresin ya?”. “ya bu”, jawabku. Pada percobaan kedua ini aku membayangkan dapatkah air terus berputar dari atas, bawah, atas, bawah, dan seterusnya. Mengalir terus menerus tanpa henti dan yang paling penting tak ada energy penggeraknya. Akupun mulai membuatnya, dengan berpedoman teori yang ada di pikiranku. Akupun mulai kebingungan, bagaimana cara untuk membuat airnya mengalir. Beberapa cara telah aku lakukan mulai dari membuat ujung pipa yang keluar kubuat kecil, sampai dengan membesar luas bagian permukaan pipa tapi hasilnya nol. Setelah sebulanan aku mencoba akhirnya aku menemukannya, (kapilaritas zat) dengan cara menambahkan sumbu kompor pada pipa. Tapi selalu apa yang telah kubuat belum membuatku puas. Yang aku inginkan adalah bagaimana caranya agar kecepatan alirnya itu stabil, bukan malah menetes sedikit demi sedikit.
Disaat aku duduk di bangku smp aku juga penasaran tentang mengapa scanner dapat mengidentifikasi sebuah barang, Bagaimana caranya robot dapat bergerak sesuai yang diinginkan, Mengapa sebuah kaset cd dapat dijadikan antena, Bagaiman bisa orang dapat membuat software yang canggih, Bagaiman cara menemukan hitungan kalender, dll. Pertanyaan-pertanyaan itu yang membuatku melamun disaat malam sebelum tidur, dan salalu membayang dalam pikiranku. Jika saja aku menjadi orang yang dapat menemukan benda-benda yang belum pernah orang lain ciptakan, mungkin itu akan membuatku bahagia. Walau aku masih merasa belum puas apa yang telah aku temukan. Karena rasa puas adalah musuh besarku.
Selain ingin menjadi penemu benda-benda hebat, akupun juga ingin menjadi orang yang dapat membuat karya-karya seperti puisi. Itu sudah kulakukan mulai dari duduk di sekolah menengah pertama. Menurutku membuat puisi itu sangatlah menyenangkan, apalagi disaat kusendirian. Disaat aku merasakan hal-hal yang entah membuat hatiku senang ataupun malah menyedihkan, aku selalu menulis dalam sebuah sobekan kertas dan menulis apa yang aku rasakan pada hari itu. Aku merasa itu dapat membuatku semakin bersemangat menjalani hidup, dan seperti aku dapat mempermudah menghadapi hidup dengan cara menuangkan masalah-masalah yang kuhadapi. Semakin dalam masalah yang kuhadapi, semakin dalam pula kata yang kutuliskan dalam kertas sobekan tersebut. Dalam menggapai cita-citaku aku ingin berusaha semaksimal mungkin, menerjang halangan yang berat menjadi sebuah kerikil kecil. Walau aku sendiri, tapi aku tetap bersama Tuhan yang selalu menjagaku. Aku yakin akan itu.
Hidup mungkin dalam pikiran ini dapat mudah untuk dilakukan, tapi saat dilaksanakan terasa sangat berat sekali. Itu mungkin yang kualami selama ini. Dalam pikiran, aku selalu menggampangkannya. Tapi setelah itu aku mungkin akan menyesal, kenapa aku menyia-nyiakan kesempatan yang sangat berharga. Semua manausia menurutku itu sama, sama-sama mempunyai berjuta-juta mimpi dan angan-angan. Yang mungkin dapat membutakan dirinya sendiri. Dan aku disini bertekad untuk menjadi orang yang berguna dengan cara menggapai mimpi yang mungkin dapat kulakukan. Jika diibaratkan mungkin aku hanyalah sampah. Yang terbuang, yang terhina, yang mungkin membuat semangat untuk dapat merubahnya semakin besar
 Dan ini termasuk salah satu puisi hasil karyaku sendiri.

Sampah
Karya Khairy Anwar Yusanto
Waktu t’lah berjalan
Aku hanyalah sisa tulang
Sisa tulang dianggap sampah
‘Ku hanya sendiri menunda kekalahan
Demi ‘tuk berdirinya palang
                                                                        Sampah penuh penghinaan
                                                                        Sampah masuk bertemu malam
                                                                        Bertekad siang meradang
                                                                        Waktu sia-sia dilakukan
                                                                        Rasa sedih meliputi mendalam
                                                                        Karena tak dapat di terjang
Apa artinya sampah..?
‘Ku disini diam terbisu
Menunggu bulan ‘tuk bertindak
Saat mendengar bintang berganti
‘Ku sadar hidup punya pundal
                                                                        ‘Ku berdiri sebagai sampah
                                                                        Walau hanya berpandang rendah
                                                                        Masih ‘ku miliki berjuta mimpi
                                                                        Saatnya kini ku ‘tuk menepi
                                                                        Merubah malam yang sepi
Ya Tuhan…
Terima kasih menjadikanku sampah
‘Karna sampah bukanlah sepenuhnya
‘Karna ku mampu ‘tuk merubahnya
            Mungkin sebagian orang menganggap percuma jika menjadi penemu-penemu hebat dan membuat karya-karya yang menurutku itu indah. Dia mengatakan itu hanya karena belum merasakan hasil dari kegiatan itu. Itu sudah biasa yang kudengar dari orang orang disekitarku. Yang kubutuhkan dari kegiatan-kegiatan itu hanyalah suatu proses yang membuat pemikiranku bertambah dewasa. Yang perlu kuingat saat ini dan selamanya adalah suatu proses mahal harganya, percuma jika hanya mendapatkan hasilnya tapi tak ada prosesnya, itu merupakan hal yang sia-sia. Pemikiranku hanya dapat di mengerti diriku sendiri. Karna diri sendiri lebih tahu tentang apa yang saat itu dirasakan. Seseorang yang berbeda dan dapat merubah segalanya adalah impian dari pemikiranku.
Jika cita-cita sudah kuraih hal yang pertama kulakukan hanyalah bersyukur kepada Tuhan. Karena hanya Dia-lah yang mampu membuat jalan hidup seseorang sangatlah berarti. Selain itu akupun juga ingin membuat semua manusia untuk merasakan hal yang teindah dalam hidupnya dengan cara itulah mungkin hidupku didunia ini menjadi sangatlah bahagia walau itu hanyalah hal yang sederhana. Pemikiranku untuk menjadi orang yang berguna sangatlah sederhana, tapi sangat sulit untuk dilaksanakan. Jika saja semua orang dapat berpikir kritis, mungkin semua masalah yang dihadapinya hanya diibaratkan sebuah debu yang jika ditiup akan hilang. Dan salah suatu faktor yang dapat membuat orang dapat dengan mudah melaksanakanya adalah rasa cinta. Jika cinta sudah dalam diri seseorang mungkin masalah yang dihadapi juga semakin kecil dirasakan. Sekian dulu dari saya…

Nama   : Khairy Anwar Yusanto
Kelas   : XI-D
No       : 18

Tidak ada komentar:

Posting Komentar