Manusia Berguna
Namaku Khairy Anwar Yusanto. Aku
tinggal di salah satu kota terbesar di pulau Jawa. Ya aku tinggal di kota
Surabaya. Saat ini aku bersekolah di
salah satu sekolah kesehatan di Surabaya. Sejak aku duduk di sekolah dasar aku
ingin menjadi orang yang berguna bagi Negara tercinta ini, yaitu Indonesia.
Saat itu aku berpikir bagaimana cara untuk menjadi orang yang berguna,
satu-satunya pikiranku saat itu adalah menjadi salah satu penemu-penemu benda
yang akan dikenang oleh manusia. Namun pemikiranku di saat itu masihlah labil.
Walau dalam pikiran dan logika yang ada di kepalaku itu sederhana, namun
hasilnya pasti kurang memuaskan. Seperti yang kubuat pada saat duduk di sekolah
dasar yaitu membuat miniatur kapal selam yang rangkanya terbuat dari kaleng
bekas dan penggeraknya kugunakan dynamo tamiyaku dulu. Saat kucoba, aku seperti
membuang waktuku dengan hal yang sia-sia. Miniatur yang kubuat hanya bertahan
sekitar 5 menit.
Entah apa yang ada dipikiranku. Disaat aku melamun,
aku membayangkan bermacam-macam hal yang membuatku semakin gila untuk
melakukannya. Bagaimana tidak? disetiap sepulang sekolah aku pasti membuat apa
yang ada dipikiranku. Aku juga ditemani oleh pikiran-pikiran yang membuat
penasaran. Disaat aku dirumah Ibuku bertanya, ”Ari, akan kamu buat apa
pipa-pipa itu?”. (Dirumah aku biasa dipanggil Ari). Dan akupun menjawab,
“Entahlah bu, aku ingin mencoba hal sesuatu.” Ibukupun menjawab lagi,
“Aneh-aneh aja perbuatanmu itu. Kalau sudah di beresin ya?”. “ya bu”, jawabku.
Pada percobaan kedua ini aku membayangkan dapatkah air terus berputar dari
atas, bawah, atas, bawah, dan seterusnya. Mengalir terus menerus tanpa henti
dan yang paling penting tak ada energy penggeraknya. Akupun mulai membuatnya,
dengan berpedoman teori yang ada di pikiranku. Akupun mulai kebingungan,
bagaimana cara untuk membuat airnya mengalir. Beberapa cara telah aku lakukan
mulai dari membuat ujung pipa yang keluar kubuat kecil, sampai dengan membesar
luas bagian permukaan pipa tapi hasilnya nol. Setelah sebulanan aku mencoba
akhirnya aku menemukannya, (kapilaritas zat) dengan cara menambahkan sumbu
kompor pada pipa. Tapi selalu apa yang telah kubuat belum membuatku puas. Yang
aku inginkan adalah bagaimana caranya agar kecepatan alirnya itu stabil, bukan
malah menetes sedikit demi sedikit.
Disaat aku duduk di bangku smp aku juga penasaran
tentang mengapa scanner dapat mengidentifikasi sebuah barang, Bagaimana caranya
robot dapat bergerak sesuai yang diinginkan, Mengapa sebuah kaset cd dapat dijadikan
antena, Bagaiman bisa orang dapat membuat software yang canggih, Bagaiman cara
menemukan hitungan kalender, dll. Pertanyaan-pertanyaan itu yang membuatku melamun
disaat malam sebelum tidur, dan salalu membayang dalam pikiranku. Jika saja aku
menjadi orang yang dapat menemukan benda-benda yang belum pernah orang lain
ciptakan, mungkin itu akan membuatku bahagia. Walau aku masih merasa belum puas
apa yang telah aku temukan. Karena rasa puas adalah musuh besarku.
Selain ingin menjadi penemu benda-benda hebat,
akupun juga ingin menjadi orang yang dapat membuat karya-karya seperti puisi.
Itu sudah kulakukan mulai dari duduk di sekolah menengah pertama. Menurutku
membuat puisi itu sangatlah menyenangkan, apalagi disaat kusendirian. Disaat
aku merasakan hal-hal yang entah membuat hatiku senang ataupun malah
menyedihkan, aku selalu menulis dalam sebuah sobekan kertas dan menulis apa
yang aku rasakan pada hari itu. Aku merasa itu dapat membuatku semakin
bersemangat menjalani hidup, dan seperti aku dapat mempermudah menghadapi hidup
dengan cara menuangkan masalah-masalah yang kuhadapi. Semakin dalam masalah
yang kuhadapi, semakin dalam pula kata yang kutuliskan dalam kertas sobekan
tersebut. Dalam menggapai cita-citaku aku ingin berusaha semaksimal mungkin,
menerjang halangan yang berat menjadi sebuah kerikil kecil. Walau aku sendiri,
tapi aku tetap bersama Tuhan yang selalu menjagaku. Aku yakin akan itu.
Hidup mungkin dalam pikiran ini dapat mudah untuk
dilakukan, tapi saat dilaksanakan terasa sangat berat sekali. Itu mungkin yang
kualami selama ini. Dalam pikiran, aku selalu menggampangkannya. Tapi setelah
itu aku mungkin akan menyesal, kenapa aku menyia-nyiakan kesempatan yang sangat
berharga. Semua manausia menurutku itu sama, sama-sama mempunyai berjuta-juta
mimpi dan angan-angan. Yang mungkin dapat membutakan dirinya sendiri. Dan aku
disini bertekad untuk menjadi orang yang berguna dengan cara menggapai mimpi
yang mungkin dapat kulakukan. Jika diibaratkan mungkin aku hanyalah sampah.
Yang terbuang, yang terhina, yang mungkin membuat semangat untuk dapat
merubahnya semakin besar
Dan ini termasuk salah satu puisi hasil
karyaku sendiri.
Sampah
Karya Khairy Anwar Yusanto
Waktu t’lah berjalan
Aku hanyalah sisa tulang
Sisa tulang dianggap sampah
‘Ku hanya sendiri menunda kekalahan
Demi ‘tuk berdirinya palang
Sampah
penuh penghinaan
Sampah
masuk bertemu malam
Bertekad
siang meradang
Waktu
sia-sia dilakukan
Rasa
sedih meliputi mendalam
Karena
tak dapat di terjang
Apa artinya sampah..?
‘Ku disini diam terbisu
Menunggu bulan ‘tuk bertindak
Saat mendengar bintang berganti
‘Ku sadar hidup punya pundal
‘Ku
berdiri sebagai sampah
Walau
hanya berpandang rendah
Masih
‘ku miliki berjuta mimpi
Saatnya
kini ku ‘tuk menepi
Merubah
malam yang sepi
Ya Tuhan…
Terima kasih menjadikanku sampah
‘Karna sampah bukanlah sepenuhnya
‘Karna ku mampu ‘tuk merubahnya
Mungkin sebagian orang menganggap
percuma jika menjadi penemu-penemu hebat dan membuat karya-karya yang menurutku
itu indah. Dia mengatakan itu hanya karena belum merasakan hasil dari kegiatan
itu. Itu sudah biasa yang kudengar dari orang orang disekitarku. Yang
kubutuhkan dari kegiatan-kegiatan itu hanyalah suatu proses yang membuat
pemikiranku bertambah dewasa. Yang perlu kuingat saat ini dan selamanya adalah
suatu proses mahal harganya, percuma jika hanya mendapatkan hasilnya tapi tak
ada prosesnya, itu merupakan hal yang sia-sia. Pemikiranku hanya dapat di
mengerti diriku sendiri. Karna diri sendiri lebih tahu tentang apa yang saat
itu dirasakan. Seseorang yang berbeda dan dapat merubah segalanya adalah impian
dari pemikiranku.
Jika
cita-cita sudah kuraih hal yang pertama kulakukan hanyalah bersyukur kepada
Tuhan. Karena hanya Dia-lah yang mampu membuat jalan hidup seseorang sangatlah
berarti. Selain itu akupun juga ingin membuat semua manusia untuk merasakan hal
yang teindah dalam hidupnya dengan cara itulah mungkin hidupku didunia ini
menjadi sangatlah bahagia walau itu hanyalah hal yang sederhana. Pemikiranku
untuk menjadi orang yang berguna sangatlah sederhana, tapi sangat sulit untuk
dilaksanakan. Jika saja semua orang dapat berpikir kritis, mungkin semua
masalah yang dihadapinya hanya diibaratkan sebuah debu yang jika ditiup akan
hilang. Dan salah suatu faktor yang dapat membuat orang dapat dengan mudah
melaksanakanya adalah rasa cinta. Jika cinta sudah dalam diri seseorang mungkin
masalah yang dihadapi juga semakin kecil dirasakan. Sekian dulu dari saya…
Nama : Khairy Anwar Yusanto
Kelas : XI-D
No : 18
Tidak ada komentar:
Posting Komentar